Sebagaimana diketahui, musim tanam tembakau di Lamongan berlangsung mulai akhir April hingga Mei 2026, sedangkan panen dimulai sejak Agustus dan kini memasuki fase puncak.

Dari data dinas setempat, luas tanam tembakau di Lamongan hingga September 2026 mencapai 9.213 hektare yang tersebar di Kecamatan Mantup, Sambeng, Ngimbang, Modo, Bluluk, Sugio, Kedungpring, dan Sukorame.

Mugito menjelaskan kondisi cuaca panas dan keterbatasan air menjadi tantangan bagi petani pada musim tanam tahun ini. Di sejumlah lokasi, kondisi tersebut menyebabkan pertumbuhan tanaman kurang optimal.

"Pada fase pertumbuhan, tembakau membutuhkan ketersediaan air yang cukup. Tahun ini di beberapa lokasi ada tanaman yang pertumbuhannya kerdil," ujarnya.