NADIKABAR.COM — Malam Jumat yang sakral untuk orang Jawa kembali hadir. Kali ini, apa pasarannya?

Sebagaimana pembaca ketahui, kalender Jawa berjalan dengan dua siklus hari. Pertama, siklus mingguan 7 hari dengan hari-hari seperti Selasa, Rabu, dan Jumat. Kedua, siklus 5 hari alias pancawara.

Dikenal juga dengan nama pasaran, siklus pancawara Jawa tersusun atas Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon. Keduanya berjalan beriringan dan dimulai ulang tiap 35 hari.

Dengan demikian, terdapat total 5 kombinasi untuk hari Jumat, beserta malamnya. Perlu pembaca ketahui, beda pasaran, beda juga cara orang Jawa mengisi malam Jumat tersebut.

Lantas, hari ini malam Jumat apa? Simak pembahasan lengkapnya yang telah NadiKabar siapkan berikut!

Wening Pranesti dalam buku Penanggalan Nusantara menjelaskan bahwa hari Jawa berganti saat Matahari terbenam. Momen pergantian hari ini sama dengan kalender Hijriah, tetapi berbeda dengan kalender Masehi.

Dengan demikian, malam Jumat dimulai pada Kamis petang, tepatnya ketika Matahari menghilang di ufuk barat. Oleh karena itu, pasaran malam Jumat mengikuti hari Jumat, bukan Kamis.

Dilihat dari Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 yang dikeluarkan oleh Ditjen Bimas Islam Kemenag, Jumat, 21 Agustus memiliki pasaran Kliwon. Otomatis, hari ini adalah malam Jumat Kliwon.

Mendengar atau membaca frasa 'malam Jumat Kliwon' mungkin langsung membuat kita bergidik. Bagaimana tidak, sakral dan seramnya malam Jumat Kliwon diwariskan turun-temurun di tengah masyarakat Jawa.