Menurut Abast, nilai utama dari sejarah tersebut bukan semata-mata mengenai rangkaian peristiwa masa lalu. Melainkan tentang keberanian, integritas, pengabdian dan keberpihakan kepada kepentingan bangsa dan masyarakat.
"Yang kita warisi bukan hanya sejarah, tetapi nilai perjuangan dan pengabdian. Tantangan yang dihadapi Polri hari ini tentu berbeda dengan para pendahulu, tetapi semangatnya tetap sama, yaitu memberikan pengabdian terbaik kepada bangsa, negara dan masyarakat," ujarnya.
Eks Kabid Humas Polda Jabat itu menerangkan semangat Hari Juang Polri harus diterjemahkan dalam pelaksanaan tugas yang semakin profesional, humanis dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. Karena itu, peringatan Hari Juang Polri juga menjadi momentum bagi seluruh personel untuk melakukan refleksi terhadap pelaksanaan tugas sekaligus memperkuat komitmen dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
"Semangat juang para pendahulu harus kita wujudkan melalui kerja nyata. Polri harus terus hadir di tengah masyarakat, memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan yang semakin baik serta menjaga kepercayaan masyarakat," tutup polisi dengan 3 melati di pundaknya itu.