Wihaji menegaskan peningkatan partisipasi laki-laki dalam KB tidak dapat dipersempit hanya pada peningkatan angka vasektomi. Keterlibatan pria mencakup pemahaman terhadap berbagai pilihan kontrasepsi, penggunaan kondom, konsultasi kesehatan reproduksi, dukungan terhadap pasangan, serta keterlibatan dalam pengambilan keputusan keluarga.
"Cara kita meluruskannya tidak bisa dengan serta-merta menyalahkan atau langsung mengatakan bahwa pemahaman mereka keliru. Pendekatan yang kita bangun harus selalu positif, empatik, dan tentunya berbasis fakta," tuturnya.
Karena itu, Kemendukbangga/BKKBN memperkuat ekosistem KB pria melalui peningkatan kapasitas tenaga layanan, edukasi, kelompok KB pria, motivator, penyuluh KB, serta keterlibatan tokoh agama dan tokoh masyarakat. Pada 2025 tercatat 311 provider vasektomi dan 652 Motivator KB Pria, meningkat dari 143 orang pada 2024.