Pada 2050, jumlah penduduk berusia 60 tahun ke atas diperkirakan mencapai 2,1 miliar. WHO juga memperkirakan proporsi penduduk dunia berusia 60 tahun ke atas meningkat dari 12 persen pada 2015 menjadi 22 persen pada 2050.

Dalam pesan Hari Lansia Internasional 2026, jumlah penduduk berusia 60 tahun ke atas diproyeksikan meningkat menjadi 2,1 miliar pada 2050 atau sekitar 20 persen dari populasi dunia. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa perubahan struktur usia penduduk akan membawa dampak terhadap sistem kesehatan, perlindungan sosial, pekerjaan, perumahan dan kehidupan bermasyarakat.

Pertambahan jumlah lansia juga perlu diikuti dengan perlindungan terhadap hak dan keselamatan mereka. Salah satu persoalan yang masih terjadi adalah kekerasan terhadap orang lanjut usia.

WHO memperkirakan sekitar satu dari enam orang berusia 60 tahun ke atas mengalami bentuk kekerasan tertentu setiap tahun di lingkungan komunitas. Kekerasan tersebut dapat berupa kekerasan fisik, seksual, psikologis, emosional, finansial, penelantaran hingga tindakan yang menghilangkan martabat.

Karena itu, Hari Lansia Internasional tidak hanya menjadi kesempatan untuk menghargai kontribusi orang lanjut usia, tetapi juga mengingatkan pentingnya menciptakan lingkungan yang aman, inklusif dan mendukung mereka untuk tetap aktif.

Peringatan 1 Oktober 2026 melalui tema tentang umur panjang tersebut juga menekankan perlunya menyesuaikan berbagai sistem dengan perubahan demografi. Kehidupan yang lebih panjang diharapkan tidak hanya berarti bertambahnya usia, tetapi juga dapat dijalani dengan kesehatan, kemandirian, keamanan dan martabat.