Oleh sebab itu, lanjut Budi, Presiden Prabowo Subianto menargetkan Indonesia bebas dari TBC. Pihaknya pun melakukan optimalisasi skrining. Salah satunya dengan pengadaan rontgen portabel untuk semua puskesmas di Indonesia.
"Kemenkes akan membeli X-ray yang banyak, ribuan, bagi ke seluruh puskesmas untuk bisa melakukan skrining atau X-ray rontgen ke sekolah-sekolah, ke pesantren-pesantren, terutama ke lapas-lapas, terutama yang memang tidurnya rapat-rapat, banyak aja kayak berasrama seperti ini," terangnya.
Seperti yang diterapkan di PP Tebuireng. Menurut Budi, skrining hari pertama, ditemukan 26 santri yang terjangkit TBC. Ia meminta santri lainnya tak perlu khawatir. Sebab penularan dari santri yang terjangkit bakal terhenti setelah diobati selama satu bulan.