"Jadi banyak orang bilang kalau ada TBC, Wah, sekolah kita jelek, sekolah kita kelihatan jelek, enggak. Justru kalau ketemu TBC itu bagus karena bisa diobatin dan tidak menular. Jadi saya terima kasih ke pengurus Pondok Pesantren Tebuireng yang sudah mau memulai. Mudah-mudahan nanti bisa ke 42.000 pesantren lainnya," ujarnya.

Perwakilan Pengasuh PP Tebuireng, Lelly Lailliya menyampaikan terima kasih kepada Kemenkes yang membantu memutus penularan TBC melalui skrining gratis. Terkait 26 santri yang terdeteksi mengidap TBC, ia mengimbau santri lainnya tak khawatir tertular. Sebab para santri yang terjangkit TBC bakal diberi obat gratis selama 1-3 bulan.

"Jadi, tidak boleh teman-temannya itu diisolasi atau dijauhi, tetapi sama-sama cuma teman-temannya nanti pakai masker. Jadi itu harap dimaklumi, karena kita sudah mengalami itu pada saat kemarin kita semua pada pakai masker yaitu pada saat pandemi," tandasnya.