Kelima, Halaqah Penguatan Ditjen Pesantren pada 8-9 Oktober. Forum ini diarahkan untuk menyusun peta jalan pengembangan pesantren ke depan sehingga pesantren dapat terus berkembang dan memperkuat daya saingnya.

Keenam, Mu'tamad Santri pada 14-15 Oktober. Sebuah forum akademik yang bertujuan memperkuat mutu pendidikan pesantren, memperluas jejaring kerja sama internasional, serta mendorong pengembangan pesantren yang berdaya saing global.

Ketujuh, Festival Sarung dan Peci Santri pada 16 Oktober. Festival Sarung dan Peci Santri mengangkat sarung dan peci sebagai bagian dari identitas pesantren sekaligus budaya Indonesia. Menag mengatakan, kemajuan tidak harus berarti meninggalkan tradisi bangsa.

Kedelapan, Expo Kemandirian Pesantren pada 16-24 Oktober. Expo Kemandirian Pesantren menampilkan berbagai potensi dan capaian pesantren kepada masyarakat. Menag mengatakan pesantren tidak hanya berperan dalam pendidikan keagamaan, tetapi juga melahirkan berbagai sumber daya manusia di bidang ekonomi.

Kesembilan, Upacara Hari Santri pada 22 Oktober. Terakhir, Malam Bakti Santri untuk Negeri (24 Oktober). Malam Bakti Pesantren untuk Negeri rencananya digelar di Istora Senayan, Jakarta. Kegiatan tersebut akan digerakkan oleh Menteri Agama dan Wakil Menteri Agama. Kemenag juga berencana mengundang Presiden Prabowo Subianto untuk hadir dalam kegiatan tersebut.