NADIKABAR.COM β€” Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengatakan rangkaian acara peringatan Hari Santri 2026 menjadi momentum untuk mengingat kembali peran ulama dan santri dalam sejarah perjuangan bangsa.

β€œPara analis sejarah melihat bahwa seandainya tidak ada peristiwa yang kita kenal dengan peristiwa tanggal 12 Oktober (1945) itu, barangkali sejarah Indonesia akan tidak seperti sekarang. Peran ulama, peran yang kita kenal dengan jihad santri itu yang disalurkan dengan Resolusi Jihad, dahsyat sekali,” ujar Menag saat peluncuran logo dan tema Hari Santri 2026 di Jakarta, Selasa.

Mengusung tema β€œSantri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, peringatan Hari Santri tahun ini akan diisi dengan beragam agenda yang menyoroti kontribusi santri dan penguatan kemandirian pesantren.

Pertama, Surat Santri untuk Presiden yang akan berlangsung pada 22 September - 8 Oktober. Agenda ini mengajak para santri untuk menyampaikan mimpi, harapan, gagasan, dan pesan tentang masa depan bangsa secara langsung kepada Presiden Prabowo Subianto.

Surat terbaik dari para peserta selanjutnya akan disampaikan kepada Presiden Prabowo sebagai bentuk penyampaian aspirasi dan gagasan santri tentang masa depan Indonesia.

Kedua, Pesantren Award pada 22 September hingga 24 Oktober. Pesantren Award akan memberikan penghargaan kepada pihak-pihak yang dinilai berkontribusi dalam penguatan pesantren, termasuk kepala daerah.

β€œKita akan nanti memberikan penghargaan-penghargaan tertentu kepada siapapun juga, apakah itu instansi atau perorangan, yang memberikan kontribusi terhadap penguatan Pondok Pesantren,” ujarnya.

Ketiga, Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (30 September sampai 6 Oktober. Kemenag menyiapkan Perkemahan Pramuka Santri Nusantara, yang akan dilaksanakan di Kabupaten Malang.

Kegiatan tersebut akan mempertemukan santri dari berbagai daerah sekaligus menghadirkan pendekatan baru dalam kegiatan kepramukaan di lingkungan pesantren.

β€œJadi, kita akan kumpul seluruh santri-santri itu. Bagaimana dengan entitasnya itu bisa menampilkan satu semangat baru dan juga sekaligus satu pendekatan lain di dalam melaksanakan kegiatan kepramukaan,” kata Menag.

Keempat, Santri Vision pada 2-20 Oktober yang menjadi ruang untuk menampilkan sosok-sosok terbaik dari lingkungan pesantren. Menag menyebut pendidikan pesantren memiliki kekuatan dan karakter tersendiri yang relevan dengan perkembangan zaman.

Kelima, Halaqah Penguatan Ditjen Pesantren pada 8-9 Oktober. Forum ini diarahkan untuk menyusun peta jalan pengembangan pesantren ke depan sehingga pesantren dapat terus berkembang dan memperkuat daya saingnya.

Keenam, Mu'tamad Santri pada 14-15 Oktober. Sebuah forum akademik yang bertujuan memperkuat mutu pendidikan pesantren, memperluas jejaring kerja sama internasional, serta mendorong pengembangan pesantren yang berdaya saing global.

Ketujuh, Festival Sarung dan Peci Santri pada 16 Oktober. Festival Sarung dan Peci Santri mengangkat sarung dan peci sebagai bagian dari identitas pesantren sekaligus budaya Indonesia. Menag mengatakan, kemajuan tidak harus berarti meninggalkan tradisi bangsa.

Kedelapan, Expo Kemandirian Pesantren pada 16-24 Oktober. Expo Kemandirian Pesantren menampilkan berbagai potensi dan capaian pesantren kepada masyarakat. Menag mengatakan pesantren tidak hanya berperan dalam pendidikan keagamaan, tetapi juga melahirkan berbagai sumber daya manusia di bidang ekonomi.

Kesembilan, Upacara Hari Santri pada 22 Oktober. Terakhir, Malam Bakti Santri untuk Negeri (24 Oktober). Malam Bakti Pesantren untuk Negeri rencananya digelar di Istora Senayan, Jakarta. Kegiatan tersebut akan digerakkan oleh Menteri Agama dan Wakil Menteri Agama. Kemenag juga berencana mengundang Presiden Prabowo Subianto untuk hadir dalam kegiatan tersebut.