Kedua, sebagai lembaga dakwah, kata dia, negara akan terus mendukung pesantren untuk melahirkan pencerah zaman. Ketiga, sebagai lembaga pemberdayaan masyarakat, negara memberikan kemudahan bagi para santri yang memiliki kemampuan untuk usaha mandiri.

"Bank Himbara sudah menyatakan tekadnya untuk memberikan kredit modal usaha dengan jaminan para kyai di pesantren," paparnya.

"Pesantren juga diharapkan mampu melahirkan entrepreneur di bidang pertanian, peternakan, kelautan, dan lain sebagainya," sambungnya.

Dia berharap kehidupan pesantren ke depan lebih baik sehingga menghasilkan alumni yang dibutuhkan untuk pembangunan Indonesia, pembangunan umat, dan menjadi juru penerang bagi umat di dunia.

Sebagai informasi, hadir dalam kesempatan ini Anggota Komisi VIII Maman Imanulhaq, Kepala Kanwil Kemenag Jawa Barat Dudung Abdurrahman, Staf Khusus Menteri Agama Nona Gayatri, Direktur Bina Pendidikan Muadalah dan Diniyah Formal, Mastuki, serta sejumlah tokoh Jawa Barat dan pengasuh pesantren.