Ibas menilai potensi daerah, mulai dari sumber daya pertanian hingga pariwisata dan kuliner, dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk berinovasi dan menciptakan kegiatan ekonomi produktif.
"Jangan takut untuk memulai. Mulailah dari kecil dan lakukan secara berkelanjutan," ungkap Ibas.
"Yang terpenting adalah terus belajar, bekerja dengan sungguh-sungguh, dan mengembangkan apa yang sudah kita mulai," sambungnya.
Ibas juga mengingatkan pentingnya pengelolaan keuangan secara bijak. Pendapatan yang diperoleh dari bekerja maupun berusaha sebaiknya dimanfaatkan untuk membantu keluarga, menabung, meningkatkan kemampuan, dan mengembangkan usaha, bukan sekadar untuk konsumsi berlebihan.
Ibas turut menyoroti perlunya kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dunia industri, dan masyarakat untuk memperluas kesempatan kerja serta memberikan akses pelatihan dan pendampingan bagi generasi muda.
Menanggapi, Ibas menekankan pentingnya menyiapkan keterampilan yang sesuai dengan bidang pekerjaan yang dituju. Ia juga mendorong generasi muda untuk aktif belajar, mengikuti pelatihan, bergabung dalam organisasi, dan mencari pengalaman agar lebih siap memasuki dunia kerja.
Aktif Berorganisasi dan Jauhi Perilaku Merusak Masa Depan
Ibas mengajak generasi muda untuk aktif dalam organisasi kepemudaan, Karang Taruna, organisasi kemahasiswaan, komunitas olahraga, serta kegiatan sosial dan lingkungan. Melalui organisasi, pemuda dapat belajar kepemimpinan, membangun kerja sama, mengembangkan kepedulian sosial, dan memperoleh pengalaman yang berguna bagi masa depan.
Ibas juga mengingatkan agar generasi muda menjauhi narkoba, perjudian, perkelahian, dan berbagai perilaku yang dapat merusak masa depan. Menurutnya, anak muda harus mampu menjadi teladan bagi lingkungan, menghormati orang yang lebih tua, serta menjaga persatuan dan kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat.
Ibas menegaskan pemuda tidak cukup hanya menjadi penonton pembangunan. Pemuda juga dapat berpartisipasi dalam mengawal program pendidikan, kesehatan, pemenuhan gizi, pembangunan infrastruktur, penanganan bencana, dan pelestarian lingkungan.
Menjawab pertanyaan itu, Ibas mendorong para pelajar untuk tidak menunggu hingga dewasa atau memiliki jabatan tertentu untuk mulai berbuat. Menurutnya, kontribusi dapat dimulai melalui hal-hal sederhana, seperti belajar dengan sungguh-sungguh, aktif berorganisasi, mengembangkan keterampilan, menjaga lingkungan, dan ikut mengawal program yang bermanfaat bagi masyarakat.
Ibas juga mengingatkan setiap orang memiliki perjalanan dan waktu yang berbeda dalam meraih keberhasilan. Karena itu, generasi muda perlu terus berusaha tanpa merendahkan orang lain, sekaligus menjaga semangat untuk tumbuh dan berhasil bersama.
Pemuda Grobogan Harus Berani Ambil Peran
Dalam kesempatan tersebut, Ibas turut menyoroti potensi Kabupaten Grobogan di bidang pertanian, pariwisata, budaya, dan ekonomi kreatif. Ia mendorong generasi muda untuk mengenali potensi daerah, mengembangkan inovasi, serta memanfaatkan teknologi untuk memperkenalkan produk, destinasi wisata, dan kekayaan lokal kepada masyarakat yang lebih luas.