Menurut Ibas, kemajuan daerah membutuhkan generasi muda yang memiliki wawasan, kreativitas, kemampuan beradaptasi, dan semangat untuk bekerja bersama. Peran pemuda juga penting dalam menjaga kelestarian alam melalui kegiatan menanam pohon, merawat lingkungan, dan membangun kebiasaan hidup bersih.
Ibas menekankan kekayaan daerah perlu diikuti dengan upaya nyata untuk mengembangkannya. Ia mendorong anak muda agar tidak hanya melihat potensi Grobogan sebagai kebanggaan daerah, tetapi juga mengambil bagian dalam memperkenalkan dan memajukannya melalui kegiatan kreatif, sosial, dan ekonomi produktif.
Ibas juga mengingatkan bahwa upaya membangun masa depan perlu dimulai dari lingkungan terdekat. Dengan belajar, berorganisasi, mengembangkan keterampilan, dan bekerja bersama, generasi muda dapat ikut mendorong kemajuan desa, kecamatan, hingga kabupaten.
Pada kesempatan yang sama, Ibas turut berinteraksi dengan komunitas olahraga yang hadir, termasuk para pegiat bola voli. Ia memberikan tanda tangan pada bola voli sebagai bentuk kedekatan dan dukungan kepada anak muda yang mengembangkan minat serta bakat di bidang olahraga.
Momen tersebut menjadi bagian dari suasana akrab dalam pertemuan Ibas dengan generasi muda Grobogan.
Ibas juga menekankan pentingnya pendidikan dan kemauan untuk terus meningkatkan kapasitas diri. Menurutnya, generasi muda perlu memiliki keberanian untuk bermimpi besar, tetapi juga harus disertai kedisiplinan, ketekunan, dan langkah nyata agar cita-cita dapat diwujudkan.
Menutup sambutannya, Ibas mengajak seluruh pemuda Grobogan untuk tidak mudah menyerah ketika menghadapi tantangan dan tidak membandingkan perjalanan hidup mereka dengan keberhasilan orang lain. Setiap orang memiliki proses dan waktu yang berbeda untuk mencapai cita-cita.
"Pemuda bersatu, bergerak, dan berdampak untuk Indonesia yang sama-sama kita cintai. Teruslah belajar, tingkatkan kemampuan, berani memulai, dan jadilah generasi yang bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, dan bangsa," kata Ibas.
Dalam kesempatan tersebut, Ibas menanggapi berbagai aspirasi warga. Salah satunya ketika pelajar yang menekuni bidang Desain Komunikasi Visual (DKV) Sefano Novaldin Yayati, menyampaikan pertanyaan mengenai tantangan bagi karya desainer muda di tengah semakin luasnya penggunaan AI.
Dalam sesi dialog, perwakilan Mas-Mbak Grobogan Ezky juga mengangkat persoalan kesenjangan antara pendidikan, kompetensi lulusan, dan kesempatan memperoleh pekerjaan yang layak di daerah.
Pertanyaan tersebut menjadi bagian dari diskusi mengenai bagaimana generasi muda dapat mempersiapkan diri sekaligus memperoleh peluang yang lebih baik setelah menyelesaikan pendidikan.
Dalam dialog tersebut, siswa Kelas XI TKJ 2 dari SMK Yatpi Godong Zidan Eka Samudra juga menanyakan langkah konkret yang dapat dilakukan pemerintah bersama pelajar dan Karang Taruna agar anak muda memiliki ruang untuk berkembang serta mulai berkontribusi bagi kemajuan daerah.
Aspirasi mengenai pengembangan pariwisata dan pemberdayaan pemuda turut disampaikan, perwakilan Mas-Mbak Grobogan Nabila Nuraini. Ia menyoroti potensi wisata dan budaya daerah, termasuk Gunung Kupu, serta pentingnya pengembangan fasilitas wisata, pelatihan bagi pemuda, dan pemberdayaan UMKM agar potensi tersebut dapat membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
Sebagai informasi, kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Kepala Desa Bringin Jumiyem; Anggota DPR RI Harmusa Oktaviani; Anggota DPRD Provinsi Jateng Triwanto; Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Grobogan sekaligus Anggota DPRD Arif Miftakhul Huda; serta Anggota DPRD Kabupaten Grobogan Bukhori.