NADIKABAR.COM — Jenazah Surakman telah diantar ke Masjid Agung Al Khusaeni, Carita, Pandeglang. Jenazah anak buah kapal (ABK) KM Arupadhatu I yang membawa 5 jurnalis yang hilang di Selat Sunda itu disambut haru serta tangis keluarga bersama kerabat dan warga sekitar.
Pantauan NadiKabar di lokasi, Kamis (24/9/2026), jenazah tiba di masjid pada pukul 10.45 WIB. Jenazah tidak dibawa terlebih dahulu ke rumah duka, melainkan langsung dibawa ke masjid untuk disalatkan.
Warga yang sudah berkumpul sejak pagi menyambut jenazah yang keluar dari mobil ambulans milik Polri. Saat peti jenazah terlihat, warga tak bisa menahan tangis dan haru.
Peti jenazah pun dibawa ke dalam masjid untuk disalatkan. Selain pihak keluarga dan warga sekitar, Kapolres Pandeglang AKBP Sonny Harsono beserta perwakilan dari Pemerintah Provinsi Banten dan Pemerintah Kabupaten Pandeglang hadir di masjid.
Setelah disalatkan, jenazah Surakman pun dibawa ke tempat pemakaman umum (TPU) Ki Demang, Carita. Lokasi TPU tak jauh dari masjid.
Beberapa warga menunggu di sekitar jalan menuju TPU. Di antara mereka ada yang menangis saat jenazah Surakman melintas.
Di area TPU, jenazah diturunkan ke liang lahat dengan peti jenazah. Doa pun dipanjatkan saat jenazah sudah dikebumikan.
Sebelumnya, anak Surakman, Yayat Suryadi, mengatakan keluarga sudah mengikhlaskan kepergian Surakman. Yayat mengatakan pihak keluarga pada Kamis (24/9) malam akan menggelar tahlil hari pertama.
"Besok malam mulai tahlilan," katanya di rumah duka, Desa Sukajadi, Carita, Pandeglang, Rabu (23/9).
Yayat meminta kepada pihak kepolisian untuk memulangkan jasad ayahnya yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu. Permintaan itu kemudian diwujudkan oleh pihak kepolisian.
"Permintaan keluarga (dibawa ke Banten)," katanya.
Seperti diketahui, lima jurnalis serta tiga kru kapal hilang saat hendak meliput peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau pada 7 September 2026 lalu. Pada Sabtu (12/9), ditemukan jasad tak dikenal di Pulau Enggano, Bengkulu.
Mayat itu kemudian dievakuasi. Polisi kemudian melakukan tes DNA terhadap mayat tersebut dan dinyatakan cocok dengan DNA ABK kapal . Sementara itu, proses pencarian terhadap delapan orang tersebut sudah dihentikan.
Berikut identitas delapan orang yang hilang tersebut:
1. M Bagus Khoirunnas (NadiKabar)2. Arie Basuki (Merdeka.com)3. Yudistiro Pranoto (iNews)4. Firman Daus (Anadolu Agency)5. Donal Husni (jurnalis lepas/freelance)6. Warta/Surakman (kapten kapal)7. Surakman (anak buah kapal/ABK)8. Heriyanto (pemandu).