Anton kembali memastikan sampel tubuh korban telah dikirimkan untuk pemeriksaan. "Ini masih berkembang, sambil menunggu hasil autopsi," ujarnya.

Polisi juga belum menutup kemungkinan adanya zat berbahaya yang menjadi penyebab kematian. Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan karena penyidik masih menunggu hasil pemeriksaan Puslabfor.

"Apakah ada indikasi korban di racun dan lain-lain," pungkasnya.

Kasus ini bermula dari dugaan kematian SM di sebuah kamar kontrakan di kawasan Dunguscariang, Kecamatan Andir, pada Selasa (1/9/2026). Setelah itu, SDS diduga membungkus jasad korban dan membuangnya ke wilayah Babakan Ciparay.

Jasad tersebut kemudian ditemukan warga hingga mengungkap kasus yang kini tengah menjadi perhatian polisi. Di tengah belum ditemukannya tanda kekerasan pada tubuh korban, hasil pemeriksaan laboratorium menjadi salah satu kunci untuk menguak misteri penyebab kematian SM.