"Karena mereka itu tertarik, minta dijelaskan tentang Pancasila. Pancasila itu bisa menjadi bukan hanya nilai-nilai Indonesia, tetapi juga bisa menjadi nilai-nilai universal," sambungnya.

Nasaruddin menambahkan, sejumlah gagasan kerja sama antarumat beragama yang sebelumnya dibangun melalui Masjid Istiqlal juga mendapat perhatian untuk ditindaklanjuti. Ia menyebut April tahun depan sebagai salah satu momentum kelanjutan pembahasan tersebut.

Vatikan Harapkan Penguatan Kerja Sama dengan Indonesia

Dalam kunjungan itu, Nasaruddin juga diterima oleh Menteri Luar Negeri Vatikan. Keduanya membahas hubungan Indonesia dan Vatikan, terutama dalam memperkuat kerja sama serta menyuarakan nilai-nilai kemanusiaan universal.

Menurut Nasaruddin, pihak Vatikan memandang Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim yang besar sekaligus memiliki pengalaman penting dalam menjaga kehidupan beragama yang moderat. Selain itu, ia mengatakan salah satu titik temu yang menghubungkan Indonesia dan Vatikan adalah komitmen untuk membela kelompok masyarakat yang mengalami penindasan tanpa membedakan latar belakang agama.

"Bahwa siapa pun yang tertindas itu harus dibela, dari kelompok agama mana pun," tegasnya.

Nasaruddin berharap respons positif dari berbagai pihak selama kunjungan tersebut dapat ditindaklanjuti menjadi kerja sama yang konkret, baik dalam bidang dialog antaragama, pendidikan, maupun penguatan diplomasi keagamaan.

"Dan itulah, saya kira, connecting yang sangat bagus antara Indonesia dan Vatikan," pungkasnya.