"Ini demi keadilan karena mereka dibantu, bagaimana mereka juga kena pajak," imbuh Kiai Cholil.
Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu mengatakan beban rakyat tak hanya berasal dari pajak penghasilan. Masyarakat harus membayar berbagai pungutan ketika melakukan aktivitas ekonomi, termasuk retribusi.
"Retribusi itu pajak juga bagi kami, sehingga ketika kami mendapatkan honor atau gaji, ketika belanja kita juga bayar retribusi, kemudian rumah yang kita tinggali juga bayar," ujarnya memaparkan.
Oleh karenanya, Muktamar NU meminta pemerintah mencari solusi pembiayaan negara yang tidak terlalu membebani masyarakat lewat pajak. Menurutnya, beban pajak yang terlalu besar berpotensi menghambat masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.