Sebanyak 7 persen siswa Indonesia melaporkan bahwa informasi yang menyakitkan tentang mereka dipublikasikan secara daring, tanpa persetujuan mereka, setidaknya beberapa kali sebulan selama 12 bulan sebelum tes PISA, lebih tinggi rata-rata negara OECD (3 persen). Para siswa tersebut memperoleh nilai rata-rata 18 poin lebih rendah dalam mata pelajaran sains daripada teman-teman sebayanya.

Merespons hasil PISA 2025, Kepala Bidang Advokasi Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) Iman Zanatul Haeri mengingatkan bahwa iklim keamanan menjadi komponen utama dalam mewujudkan pendidikan bermutu.

Temuan terkait perundungan tersebut menurut Iman menjadi alarm bagi satuan pendidikan untuk menciptakan ekosistem lingkungan belajar yang aman, nyaman, sehat, dan terlindungi.