Untuk bisa mendapatkan kursi, setiap partai harus memperoleh setidaknya 3,25 persen dari total suara sah agar dapat masuk ke parlemen. Partai-partai lainnya yang saat ini berada di bawah ambang batas tersebut adalah Reservists (2,7 persen), Partai Rakyat Israel (1,8 persen), dan Charedi Public (0,3 persen). Hasil ini bersifat sementara dan akan terus berubah seiring berlanjutnya penghitungan suara. Suara yang diberikan melalui amplop ganda, termasuk suara dari para tentara Israel, akan dihitung kemudian.

Diperkirakan hasil akhir resmi untuk pemilu Israel akan diumumkan paling lambat 4 November mendatang.

Pemungutan suara yang digelar pada Selasa (27/10) waktu setempat digelar dengan tingkat partisipasi pemilih mencapai 77,7 persen, yang mencetak rekor tertinggi sejak tahun 1999 silam. Angka itu tercatat naik 7,1 persen dibandingkan pemilu tahun 2022 lalu.

Sepanjang sejarah politik Israel, belum pernah ada satu partai pun yang berhasil meraih mayoritas mutlak di Knesset. Negosiasi koalisi menjadi faktor penentu dalam menentukan siapa yang akan menjabat sebagai Perdana Menteri (PM) selanjutnya.