"Kalau mengamuk tidak pernah. Orangnya lebih cenderung diam dan menyampaikan lewat tulisan-tulisan, mungkin karena kondisi gangguan jiwa tersebut," kata Khabbib.
Sementara itu, Pj Kepala Desa Made, Suryo mengatakan, penurunan kain tersebut dilakukan setelah keberadaannya ramai diperbincangkan di media sosial. "Sesuai dengan yang viral di media sosial, pemasangan bendera negara tertentu hari ini kita lepas bersama Pak Babinsa, Pak Sekdes, dan disaksikan warga setempat," ujar Suryo.
Suryo berharap kain serupa tidak kembali dipasang sehingga tidak memicu keresahan di tengah masyarakat. Setelah kain diturunkan, coretan di sekitar lokasi juga dibersihkan. Pemerintah desa berharap langkah tersebut dapat menjaga ketertiban dan kenyamanan warga Desa Made.