Sementara itu, sebuah video viral memperlihatkan remaja itu tengah bersiap melakukan serangan di dalam toilet, dengan ponsel yang diikatkan di kepalanya untuk menyiarkan aksi tersebut secara langsung. Rekaman ini ternyata adalah rekaman live streaming remaja itu.

Pejabat Komisaris Polisi Sarawak, Saifullizan Ishak, menyatakan bahwa pihak kepolisian menerima panggilan darurat pada pukul 08.03 pagi. Laporan tersebut menyebutkan bahwa seorang siswa membawa petasan ke sekolah dan melukai seorang guru menggunakan kapak.

"Korban dilaporkan mengalami luka sayat di bagian tangannya," ujarnya.

Menurut laporan New Straits Times, siswa tersebut telah ditangkap dan kini ditempatkan di bangsal psikiatri Rumah Sakit Umum Sarawak.