Dia mengatakan, warga di sekitar lokasi TPA Putri Cempo merasakan dampak akibat kebakaran ini. Terlebih jika arah angin mengarah ke pemukiman mereka.
"Paling parah kemarin siang. Asapnya pekat, ndilalah anginnya mengarah ke sini. Ini sudah mendingan. Tidak (sampai mengungsi)," ucapnya.
Dia berharap tim gabungan bisa segera memadamkan api, sehingga dampak kebakaran gunung sampah ini tidak mengganggu aktivitas dan kesehatan warga.
Sementara itu Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Solo, Indradi, mengatakan proses pemadaman terus dilakukan oleh tim gabungan, dengan fokus di zona C dan D. Dia menyebut hingga saat ini sudah ada perkembangan penanganan pemadaman sebesar 40 persen.
"Ada tantangannya, dari karakteristik sampahnya, faktor cuaca, dan arah angin yang kita lihat sering berubah. Tim terus bekerja keras untuk menuntaskan titik api yang tersisa," kata Indradi saat konferensi pers di TPA Putri Cempo, Jumat (4/9/2026).
Sejauh ini, sebanyak 151 personel dan 15 unit mobil Damkar dikerahkan untuk memadamkan api. Pemadaman melibatkan petugas Damkar dari Solo Raya, ditambah bantuan dari luar Solo Raya.