"Kalau proses water bombing, aktivitas (pemadaman) yang di darat berhenti dulu. (Yang mengarahkan water bombing ke titik api?) Nanti dari Polri ada timnya sendiri," ucapnya.

Indradi menjelaskan, pemadaman dengan teknik water bombing ini akan membantu menjangkau titik api yang tidak mampu dijangkau tim darat.

"Dari tim darat terkendala akses di sisi timur yang terbatas. Kemarin ada faktor cuaca yang panas dan arah angin yang berubah. Kita memadamkan di satu titik, tapi angin membawa lompatan api, sehingga ke titik lain. Kita fokus pada area C dan D," terangnya.

Kepala Pelaksana BPBD Solo Ari Dwi Daryatmo menjelaskan, water bombing akan difokuskan pada titik api di sisi timur TPA Putri Cempo.

Dari pantauan udara dengan drone, Ari menjelaskan bahwa di sebelah barat sudah tidak muncul titik api. Titik api masih muncul di sisi timur dan menimbulkan kepulan asap.

"Tadi malam kita sudah berkoordinasi dengan Kapolresta Solo, difasilitasi Polda DIY. Rencana hari ini fokus pemadaman water bombing di sisi timur yang tidak mampu dijangkau armada dari Damkar. Selama proses penanganan water bombing ini, teman-teman yang dibawa harus berhenti proses pemadaman," kata Ari.