NADIKABAR.COM — Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Pegunungan Ijen, Banyuwangi, terus dilakukan. Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur mengoptimalkan penyiraman udara atau water bombing untuk menjangkau titik api yang sulit diakses tim darat.

Kepala Balai Besar KSDA Jawa Timur Nur Patria Kurniawan mengatakan, helikopter pemadam telah melakukan penyiraman udara secara intensif. Total sudah 15 kali water bombing dilakukan untuk menekan titik-titik api utama.

"Hari ini saja kami sudah melakukan water bombing sebanyak 13 kali (pemboman air). Jika diakumulasikan dengan upaya sebelumnya yang sebanyak 2 kali, total sudah 15 kali water bombing kita kerahkan ke titik-titik api utama," kata Nur Patria saat dikonfirmasi, Selasa (8/9/2026).

Nur Patria menjelaskan, teknik pemadaman udara menjadi opsi paling efektif saat ini. Pasalnya, petugas pemadam di lapangan menghadapi kendala medan yang sangat curam serta tiupan angin kencang yang berpotensi memperluas sebaran api.

"Kondisi angin cukup kencang dan jalurnya sangat curam serta sulit dijangkau oleh personel. Maka dari itu, water bombing menjadi cara yang paling efektif dan terukur untuk menekan kebakaran di wilayah atas," jelasnya.

Meski pemadaman udara masif dilakukan, penanganan di darat tidak lantas mengendur. Tim gabungan masih melakukan proses pembersihan sisa-sisa api (mopping up) guna memastikan tidak ada bara yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

"Tim darat saat ini fokus melakukan mopping up karena di beberapa spot masih terlihat kepulan asap dan bara api. Apalagi di bawah masih banyak bahan bakar kering yang rawan menyala kembali kalau tersengat angin," pungkasnya.

Beberapa kawasan yang kini menjadi fokus area penyisiran dan mopping up oleh tim darat tim redaksi lain kawasan Cangkingan hingga ke sekitar area Gunung Papak. Petugas terus bersiaga dan menyisir area tersebut untuk memastikan lokasi benar-benar padam total dan aman.