Dalam final, Herlin mampu memperbaiki catatan waktunya menjadi 47,309 detik sekaligus memastikan podium ketiga. Medali tersebut menjadi medali pertama kano sprint Indonesia dari Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Pencapaian di Jepang melanjutkan perjalanan Herlin di ajang internasional setelah memperkuat Indonesia pada SEA Games Thailand 2025. Pada pesta olahraga Asia Tenggara tersebut, Herlin menyumbangkan dua medali perunggu pada nomor ganda putri 500 meter dan ganda putri 200 meter, keduanya bersama Sella Monim.
Perjalanan Herlin sebagai atlet dimulai dari lingkungan tempat tinggalnya di Jayapura. Ia awalnya mengikuti latihan dayung karena diajak teman-teman sekampung.
"Awalnya ikut rame ya, karena teman-teman sekampung latihan dayung jadi ikutan. Di situ juga saya enggak tahu kalau salah satu pelatih di sana tante saya, atlet dayung juga Erni Sokoi, dari Jayapura," ujar Herlin.
Ia kemudian berkembang hingga masuk pelatnas dan tampil di berbagai ajang olahraga multievent. Herlin mengaku pada awalnya tidak menyangka dapat mencapai level tersebut.
"Enggak berekspektasi bisa sampai di sini, awalnya cuma saya mau kayak senior-senior yang di pelatnas," kata Herlin.