Pada Asian Games 2026, Thailand finis di urutan ketujuh setelah memanen 18 medali emas, 13 perak, dan 21 perunggu. Saat yang sama, Indonesia tuntas di peringkat 11 setelah mengumpulkan 5 emas, 11 perak dan 23 perunggu.
Di level Asian Games, Thailand hampir selalu berada di atas Indonesia sejak Bangkok 1966. Mereka hanya pernah di bawah Indonesia pada edisi 1982 di New Delhi, Beijing 1990, Hiroshima 1994, dan Jakarta-Palembang 2018.
Meskipun dari postur ekonomi dan demografi lebih kecil dibandingkan dengan Indonesia, Thailand hampir selalu lebih ambisius dengan mengirimkan kontingen dalam jumlah lebih banyak, kecuali ketika Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games 2018.
Pun pada edisi 2026 di Nagoya, Prefektur Aichi, Jepang.
Jika Indonesia mengirimkan 432 atlet, maka Thailand lebih ambisius lagi dengan mengutus 694 atlet.
Di Asian Para Games pun begitu, kecuali Asian Para Games 2018 di Jakarta dan Palembang.
Tahun ini mereka mengirimkan 314 atlet disabilitas ketika Indonesia mengirimkan 105 atlet.
Hasilnya, Thailand menyalip Indonesia dalam jumlah perolehan medali. Thailand sudah 18 medali emas, sedangkan Indonesia 14 medali emas.
Tak terlalu jomplang memang, apalagi Indonesia lebih baik dari sudut efektivitas atlet terhadap medali emas yang diraih atlet. Di sini, efektivitas Thailand hanya 5,7 persen, sedangkan Indonesia 13 persen.
Tapi, peringkat tidak dilihat dari rasio semacam itu, karena tetap dilihat dari berapa medali yang dikumpulkan sebuah kontingen.
Kali ini Indonesia harus rela di bawah Thailand setelah pada Para Games 2018 dan 2022 selalu berada di atas mereka.