NADIKABAR.COM — Istilah herpes sering digunakan untuk menyebut berbagai penyakit yang ditandai dengan munculnya lepuhan atau luka pada kulit. Padahal, herpes zoster dan herpes genital merupakan dua kondisi yang berbeda, mulai dari virus penyebab, lokasi munculnya gejala, cara penularan hingga karakteristik penyakitnya.
Herpes zoster disebabkan oleh varicella-zoster virus (VZV), yaitu virus yang juga menyebabkan cacar air. Sementara itu, herpes genital disebabkan oleh herpes simplex virus (HSV), terutama HSV-2 dan dalam sejumlah kasus HSV-1.
Lantas, apa perbedaan herpes zoster dan herpes genital yang perlu diketahui? Berikut penjelasannya, merangkum dari CDC AS dan WHO serta sumber-sumber lain.
Herpes zoster atau yang dikenal sebagai cacar ular terjadi ketika virus varicella-zoster yang sebelumnya tidak aktif di dalam tubuh kembali aktif. Virus tersebut dapat tetap berada di dalam tubuh setelah seseorang pernah mengalami cacar air.
Herpes zoster lebih sering terjadi pada orang berusia di atas 50 tahun. Risiko juga dapat meningkat pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang melemah atau memiliki kondisi kesehatan tertentu.
Gejala khas herpes zoster biasanya berupa rasa nyeri, terbakar, kesemutan atau gatal yang muncul beberapa hari sebelum ruam. Setelah itu, muncul lepuhan berisi cairan yang umumnya membentuk pola seperti garis pada satu sisi tubuh atau wajah.
Ruam herpes zoster biasanya mengering dan menjadi keropeng dalam sekitar 7 sampai 10 hari, kemudian dapat sembuh dalam waktu dua sampai empat minggu. Pada sebagian orang, nyeri saraf dapat tetap berlangsung selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun setelah ruam menghilang. Kondisi ini disebut neuralgia pascaherpes.
Herpes genital merupakan salah satu infeksi menular seksual yang disebabkan oleh HSV-1 atau HSV-2. HSV-2 menjadi penyebab utama herpes genital, meskipun HSV-1 juga dapat menyebabkan infeksi di area genital, terutama melalui kontak seksual oral.