Gejalanya dapat berupa lepuhan atau luka yang terasa nyeri di sekitar alat kelamin, anus atau area di sekitarnya. Pada infeksi pertama, seseorang juga dapat mengalami demam, nyeri tubuh atau pembengkakan kelenjar getah bening.

Berbeda dengan herpes zoster yang biasanya muncul sebagai ruam pada satu sisi tubuh, herpes genital dapat mengalami kekambuhan pada area genital atau sekitarnya. Namun, banyak orang dengan infeksi HSV tidak mengalami gejala atau hanya mengalami gejala ringan sehingga tidak menyadari dirinya terinfeksi.

Perbedaan herpes zoster dan herpes genital

Perbedaan pertama terletak pada virus penyebabnya. Herpes zoster disebabkan oleh VZV, sedangkan herpes genital disebabkan oleh HSV-1 atau HSV-2.

Dari pola penyakitnya, herpes zoster merupakan reaktivasi virus cacar air yang sebelumnya berada dalam kondisi tidak aktif. Sementara herpes genital merupakan infeksi HSV yang dapat menetap di dalam tubuh dan mengalami kekambuhan.

Lokasi dan bentuk ruam juga dapat berbeda. Herpes zoster umumnya muncul pada satu sisi tubuh dalam pola menyerupai garis dan sering disertai nyeri yang cukup kuat. Herpes genital lebih banyak menimbulkan lepuhan atau luka di sekitar alat kelamin dan anus.

Cara penularannya juga berbeda. Herpes zoster tidak menular sebagai herpes zoster kepada orang lain. Namun, cairan dari lepuhan herpes zoster dapat menularkan virus VZV kepada orang yang belum pernah terkena cacar air atau belum mendapatkan vaksin cacar air. Orang tersebut kemudian dapat mengalami cacar air, bukan herpes zoster.

Sementara itu, herpes genital dapat menular melalui kontak seksual dengan orang yang terinfeksi. Penularan juga dapat terjadi ketika tidak terdapat luka yang terlihat karena virus dapat menyebar dari kulit atau area genital tanpa gejala.