Selain meminta maaf, KImly Group juga menawarkan akan mengirimkan voucher senilai 10 SGD (Rp138.837) kepada SH sebagai bentuk itikad baik dan permintaan maaf tulus atas pengalaman tidak menyenangkan itu.

Namun, pelanggan wanita ini merasa keberatan dengan tanggapan tersebut. Kepada Stomp ia mengungkap jika jawaban yang diberikan KImly bukanlah pengakuan tanggung jawab.

SFA atau Singapore Food Agency juga akhirnya turun tangan. Mereka mengaku sedang menyelidiki masalah tersebut. Sebagai bagian dari penyelidikan dan pengumpulan bukti, SFA meminta feedback balik untuk mengetahui detail lebih lanjut. Mereka juga tidak akan ragu mengambil tindakan penegakan hukum jika bukti telah cukup diperolajh. Sembunyikan kutipan teks

SFA juga mengungkap bila pelaku usaha harus mematuhi praktik kebersihan dan persiapan makanan yang baik.

"Pelaku usaha makanan juga harus memastikan tempat usaha mereka bersih dan terawat dengan baik," pungkas pihak SFA.

Sampai saat ini belum diketahui secara pasti kabar kelanjutan kopitiam tersebut. Tidak ada kabar juga terkait kondisi pelanggan wanita usai sempat mengunyah kecoak.