NADIKABAR.COM — Misteri identitas pria yang ditemukan tewas di kamar kos di Kelurahan Tawangsari, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, akhirnya terungkap. Pria tersebut diketahui berinisial AK (42), warga Malang, dan berdasarkan pemeriksaan medis, terdapat indikasi ia meninggal akibat mengonsumsi obat kuat secara berlebihan.

AK ditemukan meninggal dunia pada Rabu (9/9/2026) sore saat berada di kamar kos bersama seorang perempuan yang disebut sebagai rekannya. Polisi sempat melakukan identifikasi karena ketika pertama ditemukan, korban tidak membawa kartu identitas, sedangkan penyebab kematiannya masih didalami.

Peristiwa bermula ketika seorang perempuan yang berada di kamar kos bersama korban mendapati AK tertidur dan tidak kunjung bangun. Setelah sekitar dua jam, perempuan tersebut mencoba membangunkan korban, tetapi tidak mendapatkan respons sehingga meminta bantuan pemilik kos.

"Saksi (teman wanita) mencoba membangunkan korban setelah 2 jam tertidur. Karena tidak kunjung bangun, saksi meminta bantuan pemilik kos. Namun pemilik kos tidak berani menyentuh korban, dan melapor ke Polsek Garum," katanya.

Pemilik kos kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Garum. Polisi bersama petugas medis mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal terhadap korban.

Saat petugas tiba, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dalam kamar kos. Polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara dan membawa jenazah ke RSUD Ngudi Waluyo, Wlingi untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Pada awal penanganan, identitas korban belum diketahui karena tidak ditemukan kartu identitas pada tubuhnya. Setelah dilakukan serangkaian identifikasi, polisi memastikan korban merupakan AK (42), warga Malang.

"Untuk perkembangannya, korban yang ditemukan meninggal di Kos Kecamatan Garum tadi malam (9/9) merupakan AK berusia sekitar 42 tahun. Korban merupakan warga Malang. Kami melakukan serangkaian identifikasi, karena sebelumnya tidak ditemukan kartu identitas pada korban," kata Kasi Humas Polres Blitar Aiptu Muheni saat dikonfirmasi NadiKabar, Kamis (10/9/2026).

Polisi melakukan pemeriksaan terhadap kondisi tubuh korban dan tidak menemukan bekas luka yang mengarah pada kekerasan. Hasil pemeriksaan tersebut menjadi salah satu dasar bagi polisi untuk mendalami penyebab kematian AK.

Muheni mengatakan pemeriksaan medis menunjukkan adanya indikasi korban meninggal setelah mengonsumsi obat secara berlebihan.

"Indikasinya kelebihan mengkonsumsi obat, semacam obat kuat. Kemudian tidak ditemukan bekas luka kekerasan dan sebagainya pada tubuh korban," jelasnya.

Dugaan tersebut muncul berdasarkan hasil pemeriksaan medis terhadap korban di RSUD Ngudi Waluyo, Wlingi. Polisi menyebut obat yang diduga dikonsumsi korban secara berlebihan merupakan obat semacam obat kuat, tetapi penyelidikan tetap dilakukan untuk memastikan rangkaian peristiwa yang terjadi sebelum korban meninggal.

Sebelumnya, saat pertama kali ditemukan, polisi belum dapat memastikan penyebab kematian AK dan masih menunggu hasil pemeriksaan medis.

"Untuk penyebab pasti belum diketahui, karena saat ini masih dalam penyelidikan. Untuk keterangan lainnya akan kami sampaikan lebih lanjut," tandasnya.

Saat AK ditemukan meninggal, seorang perempuan juga berada di kamar kos tersebut. Polisi kemudian meminta keterangan dari perempuan tersebut untuk mengetahui hubungan keduanya serta kejadian sebelum AK ditemukan tidak sadarkan diri.

Dalam perkembangan terbaru, polisi menyebut perempuan tersebut diduga merupakan rekan korban yang dikenal melalui sebuah aplikasi. Namun, identitas dan keterangan lebih rinci mengenai perempuan itu masih dalam pendalaman Satreskrim Polres Blitar.

"Untuk wanita itu sementara diduga merupakan rekan yang dikenal melalui aplikasi Michat. Untuk lebih rincinya menunggu hasil dari Satreskrim. Saat ini, jenazah korban sudah diserahkan kepada keluarga," tandasnya.

Setelah proses pemeriksaan medis dan identifikasi selesai, jenazah AK telah diserahkan kepada pihak keluarga. Polisi masih melanjutkan penyelidikan untuk melengkapi fakta mengenai kematian korban, termasuk keterangan dari saksi yang berada di lokasi.