Dalam pelaksanaannya, HIMKI dapat menghubungkan program kerja sama dengan perusahaan anggota, praktisi, lingkungan produksi, serta kebutuhan pasar. Sementara itu, UITM berpotensi berkontribusi melalui keahlian akademik, peneliti, mahasiswa, fasilitas pendidikan dan penelitian, serta jejaring akademik yang dimiliki.

Keterlibatan langsung perusahaan dalam kegiatan pendidikan dan penelitian diharapkan dapat membantu menghasilkan inovasi yang lebih relevan dengan kebutuhan pasar. Perusahaan juga dapat berperan dalam pembentukan kompetensi mahasiswa melalui pendampingan, berbagi pengalaman praktis, dan dukungan terhadap penelitian yang berkaitan dengan tantangan industri.

Sobur menilai, kerja sama tersebut juga membuka peluang untuk memperkuat hubungan antara pelaku usaha, akademisi, desainer, perajin, dan institusi pendidikan di Indonesia dan Malaysia. Dalam jangka panjang, kolaborasi ini diharapkan dapat berkembang menjadi jejaring industri regional yang lebih luas.

Menurut HIMKI, penguatan kolaborasi regional menjadi semakin relevan di tengah perubahan tren desain, tuntutan keberlanjutan, transformasi digital, dan perkembangan preferensi konsumen global.