Porsi terbesar berasal dari KAI Commuter yang melayani 312.302.440 pelanggan, tumbuh 6,38 persen. Jaringannya melayani mobilitas masyarakat melalui Commuter Line Jabodetabek, wilayah Banten termasuk koridor Rangkasbitung–Merak, wilayah Bandung, wilayah Yogyakarta termasuk Commuter Line Yogyakarta dan Prameks, serta wilayah Surabaya. Karakter perjalanan di setiap wilayah berbeda, mulai dari perjalanan harian perkotaan hingga konektivitas regional.

Untuk perjalanan antarkota dan lokal, KAI melayani 43.959.327 pelanggan, tumbuh 8,33 persen. Di kawasan perkotaan, LRT Jabodebek melayani 24.702.905 pelanggan, naik 18,94 persen, sementara LRT Sumsel melayani 3.303.595 pelanggan. Di Sulawesi Selatan, KA Makassar–Parepare melayani 253.547 pelanggan, meningkat 10,78 persen.

Konektivitas menuju bandara juga menjadi bagian dari perjalanan pelanggan. Sepanjang Januari–September 2026, layanan yang dikelola KAI Bandara melayani 5.110.010 pelanggan. Layanannya mencakup KA Bandara YIA serta KA Srilelawangsa yang melayani konektivitas menuju Bandara Kualanamu sekaligus mobilitas regional masyarakat di Sumatera Utara.

Pilihan perjalanan pelanggan juga berkembang pada segmen wisata dan layanan berkecepatan tinggi. KAI Wisata melayani 234.635 pelanggan, tumbuh 39,43 persen, sedangkan Whoosh melayani 4.576.841 pelanggan, meningkat 1,16 persen. Seluruh rincian layanan tersebut membentuk total 394.443.300 pelanggan KAI Group selama Januari–September 2026.