Anne mengatakan arah pengembangan KAI Group adalah membuat berbagai layanan tersebut semakin mudah digunakan dalam satu rangkaian perjalanan. Integrasi stasiun dengan angkutan perkotaan, layanan antarkota, akses bandara, kereta cepat, serta moda lanjutan menjadi bagian penting agar pelanggan memiliki lebih banyak pilihan perjalanan.

“Bagi pelanggan, yang paling penting adalah perjalanan dapat direncanakan dengan mudah dan perpindahan antarlayanan semakin sederhana. Karena itu, konektivitas menjadi bagian penting dari pengembangan KAI Group, agar setiap layanan dapat saling melengkapi sesuai kebutuhan perjalanan masyarakat,” kata Anne.

KAI juga menjaga konsistensi operasional seiring meningkatnya volume perjalanan. Berdasarkan kinerja Januari–September 2026, rata-rata OTP kedatangan KA Penumpang mencapai 97,31 persen. Data permintaan pelanggan, ketepatan waktu, kapasitas, serta kesiapan sarana dan prasarana menjadi dasar KAI dalam mengelola perjalanan menuju periode mobilitas akhir tahun.

“Pertumbuhan lebih dari 26 juta pelanggan dibandingkan periode yang sama tahun lalu menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap transportasi berbasis rel terus berkembang. KAI Group akan terus membaca pola perjalanan pelanggan agar layanan yang tersedia semakin relevan, terhubung, dan mudah digunakan di berbagai wilayah Indonesia,” tutup Anne.