Menurut Anthony, salah satu hal yang perlu mendapat perhatian selama proses penyehatan adalah keberlangsungan proyek dan kepastian pembayaran kepada vendor serta subkontraktor.
Bagi perusahaan besar, lanjut Anthony mengatakan keterlambatan pembayaran mungkin masih bisa dikelola. Tetapi bagi kontraktor daerah dan supplier kecil, keterlambatan beberapa bulan bisa langsung mengganggu modal kerja, pembayaran gaji, bahkan kelangsungan usahanya.
"Karena itu restrukturisasi harus sekaligus menjaga kesehatan seluruh rantai pasok,β katanya.
HIPMI juga mendorong agar konsolidasi BUMN Karya menciptakan pembagian peran yang semakin sehat antara BUMN dan perusahaan swasta nasional.
Anthony menilai BUMN dapat semakin fokus pada proyek strategis, kompleks, dan membutuhkan kemampuan pembiayaan maupun teknologi berskala besar.
Sementara itu, ruang bagi kontraktor swasta nasional dan pengusaha daerah perlu diperbesar, baik sebagai kontraktor utama pada proyek tertentu maupun melalui kemitraan dan rantai pasok.
βJangan sampai BUMN yang semakin besar justru membuat ruang pengusaha nasional semakin kecil. BUMN yang sehat seharusnya menjadi lokomotif yang menarik lebih banyak perusahaan swasta masuk ke dalam rantai proyek, bukan berjalan sendiri,β tegas Anthony.