Di sisi lain, pemerintah memang menyediakan perangkat teknologi untuk mendukung kegiatan belajar melalui Program Digitalisasi Pembelajaran, termasuk laptop dan perangkat pendukung lainnya.
Namun, bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung kegiatan pembelajaran di satuan pendidikan atau sekolah, bukan program pembagian laptop dan ponsel pribadi kepada setiap siswa yang dapat didaftarkan melalui tautan di media sosial.
Dengan demikian, klaim mengenai pembagian 16 ribu laptop dan headphone gratis bagi siswa kurang mampu melalui tautan tersebut tidak benar.
Tautan yang dicantumkan dalam unggahan tersebut merupakan modus phishing, sehingga masyarakat diimbau untuk waspada dan tidak memasukkan data pribadi.
Klaim: Tautan pendaftaran bantuan pemerintah bagian laptop dan HP bagi siswa kurang mampu