NADIKABAR.COM — Dalam Pertemuan Menteri Keuangan APEC yang diselenggarakan di Hong Kong, Tiongkok selatan, para perwakilan dari perekonomian-perekonomian Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) menyerukan penghapusan tarif dan hambatan lainnya yang menghalangi kerja sama regional.

Paul Chan, sekretaris keuangan pemerintah Daerah Administratif Khusus (Special Administrative Region/SAR) Hong Kong, setelah menghadiri pertemuan tersebut, mengatakan banyak perekonomian ASEAN, seperti contohnya Malaysia dan Vietnam, menyambut investasi dari perusahaan-perusahaan asal daratan Tiongkok atas potensi mereka dalam membantu meningkatkan ekonomi lokal serta menciptakan lebih banyak lapangan kerja

"Kami belajar untuk lebih menghargai keterbukaan, inovasi, dan kerja sama setelah pertemuan tersebut berakhir," kata Chan kepada Xinhua. Dia mengatakan bahwa para perwakilan dari perekonomian-perekonomian APEC sepakat untuk mendorong investasi dan kerja sama rantai industri di kawasan tersebut.

Ketika perusahaan-perusahaan tersebut memutuskan untuk memperluas jangkauan global mereka, keunggulan Hong Kong dalam bidang layanan profesional dapat memfasilitasi proses tersebut, imbuhnya.

Akses Hong Kong terhadap modal global juga berperan dalam bidang-bidang kerja sama APEC lainnya. Perekonomian-perekonomian APEC dapat mencari pendanaan untuk proyek-proyek infrastruktur berskala besar mereka di Hong Kong, sementara perusahaan-perusahaan dapat mencatatkan diri baik di pasar modal lokal mereka maupun di bursa Hong Kong, ujar Chan. Terkait hal itu, Chan mengatakan bahwa dia telah menarik minat banyak perwakilan saat menyampaikan rencana untuk memperdalam kerja sama regulasi sekuritas dengan perekonomian-perekonomian APEC. Terkait upaya mendorong akses dan peluang keuangan bagi semua pihak, yang menjadi salah satu topik utama dalam pertemuan pada 20-21 Oktober tersebut, Chan mengemukakan Project CargoX, sebuah inisiatif yang dipelopori oleh Otoritas Moneter Hong Kong, untuk dijadikan studi kasus. Platform digital ini mengintegrasikan data logistik dan rantai pasokan, yang merupakan bukti kegiatan bisnis, sehingga perusahaan kecil dan menengah dapat memperoleh pinjaman bank tanpa agunan. "Tujuan akhir dari pembangunan adalah senantiasa memastikan kesejahteraan bagi semua," ujar Chan.