Kecelakaan ini melibatkan satu kereta Renfe dan satu kereta Iryo. Keduanya sama-sama sedang dalam perjalanan dari Madrid menuju Seville.
Menteri Transportasi Spanyol, Γscar Puente, menyebut kecelakaan itu benar-benar sulit dipercaya. Dia mengatakan penyelidikan awal menunjukkan bahwa kecelakaan tersebut dipicu oleh perintah yang 'tidak dapat dijelaskan' dari pihak pengatur lalu lintas kereta api.
Perintah itu, katanya, mengizinkan salah satu kereta cepat untuk terus melaju. Padahal saat itu sedang terjadi gangguan keselamatan yang menyebabkan sebuah kereta berhenti di jalur yang sama.
Menurut Puente, kegagalan sistem komputer sempat menghentikan enam kereta yang sedang melaju. Termasuk, katanya, dua kereta yang kemudian terlibat tabrakan.
"Jika terjadi kegagalan sistem, pusat kendali akan mengambil alih," ujar Puente.
Dia menambahkan pusat kendali yang kemudian memutuskan untuk mengizinkan kereta-kereta tersebut bergerak kembali tanpa pembatasan kecepatan. Keputusan itulah, menurut Puente, yang menyebabkan kereta Renfe menabrak kereta Iryo yang sedang berhenti di jalur di depannya.
Perdana Menteri (PM) Spanyol Pedro Sanchez memerintahkan penyelidikan menyeluruh terhadap tabrakan dua kereta cepat, yang menewaskan sedikitnya 68 orang. Sanchez menegaskan bahwa tindakan tegas akan diambil jika ditemukan ada kelalaian dalam insiden paling mematikan dalam 13 tahun terakhir itu.