NADIKABAR.COM — Kebakaran hutan dan lahan di Jambi mencapai 1.776,56 hektare selama Agustus 2026. Hotspot atau titik api makin bertambah. Taman Nasional Kerinci Seblat pun ditutup.

Berdasarkan data periode 1 Januari-29 Agustus 2026, luas karhutla Jambi mencapai 1.776,56 hektare. Empat daerah dengan luasan terbesar yakni Sarolangun 473,64 hektare, Batang Hari 374,50 hektare, Muaro Jambi 325 hektare, dan Tanjung Jabung Barat 292,30 hektare.

"Selain luasan lahan terbakar, pemantauan satelit Terra-Aqua SNPP dan NOAA 20 dengan tingkat confidence di atas 50 persen mencatat 5.102 hotspot di Jambi sepanjang Januari hingga Agustus," ujar Danrem 042/Garuda Putih Brigjen TNI Nyamin.

Lonjakan hotspot atau titik api paling tinggi terjadi pada Agustus. Sebanyak 3.156 hotspot terdeteksi dalam satu bulan tersebut.

"Operasi penanganan direncanakan berlangsung selama 90 hari pada Juli hingga September 2026," katanya.

Balai Besar Taman Nasional Kerinci Sebelat (TNKS) pun menutup sementara aktivitas pengunjung, sebagai antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kepala Bidang Pengelolaan TN Wilayah I Jambi BBTNKS, M. Zainuddin mengatakan pihaknya telah mendapat arahan untuk melakukan penutupan kawasan dari aktivitas pengunjung.