Sejauh ini, Houthi bersikeras bahwa satu-satunya ancaman di Bab al-Mandab hanyalah terhadap kapal-kapal Saudi.
Kelompok pro-Iran tersebut berhasil mendesak mundur pasukan pemerintah yang didukung Saudi dari wilayah pesisir Laut Merah Yaman dalam pertempuran yang menewaskan ratusan orang. Drone dan rudal Houthi juga baru-baru ini menargetkan wilayah Saudi, termasuk ibu kota Riyadh untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir.
Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman sempat meminta bantuan kepada Presiden AS Donald Trump untuk memerangi Houthi, namun permintaan tersebut ditolak, menurut laporan dari AS. Pemerintah Yaman juga mengajukan permintaan serupa, ungkap sebuah sumber tepercaya kepada AFP.
Kelompok Houthi menyatakan bahwa Arab Saudi telah melancarkan ratusan serangan di Yaman sejak runtuhnya gencatan senjata empat tahun pada bulan Juli lalu. Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengatakan bahwa Riyadh telah melakukan 52 serangan terhadap Yaman dalam kurun waktu 24 jam terakhir.
Saluran televisi kelompok tersebut sebelumnya melaporkan bahwa serangan udara Saudi telah menewaskan 10 orang dan melukai 14 lainnya di kegubernuran Taiz dan Al-Jawf, Yaman, selama 24 jam terakhir.
Sementara itu, otoritas pertahanan sipil Saudi mengeluarkan peringatan mengenai risiko serangan di Jazan dan Najran yang terletak di dekat perbatasan Yaman--wilayah yang kerap menjadi sasaran serangan Houthi.