NADIKABAR.COM — Seorang pejabat senior kelompok Houthi memperingatkan Amerika Serikat (AS) akan adanya "respons yang cepat dan mematikan" jika negara itu terlibat dalam konflik Yaman. Peringatan ini disampaikan setelah Presiden AS Donald Trump membuka kemungkinan AS bergabung dalam operasi Arab Saudi memerangi Houthi.
Otoritas Riyadh dilaporkan telah meminta bantuan Washington untuk menghadapi kelompok yang didukung Iran tersebut.
"Jika AS terlibat dalam agresi terhadap Yaman, kami tidak akan berlama-lama mempertimbangkan keputusan untuk membalas; sebaliknya, akan ada respons yang cepat dan menyakitkan yang menargetkan AS dan seluruh kepentingannya di kawasan ini," tegas anggota biro politik Houthi, Mohammed Al Mukhaiti, dalam wawancara dengan AFP, seperti dilansir AFP, Selasa (13/10/2026).
Al Mukhaiti juga memperingatkan "seluruh pegawai dan pekerja di fasilitas-fasilitas minyak dan bandara di Arab Saudi untuk menjauhi lokasi-lokasi tersebut, karena tempat-tempat ini telah menjadi target yang sah".