NADIKABAR.COM — Gedung pencakar langit Kingdom Center di Riyadh, Arab Saudi, meminta para karyawannya bekerja dari rumah karena potensi serangan kelompok Houthi dari Yaman.

Gedung setinggi 99 lantai itu merupakan salah satu bangunan tertinggi di Arab Saudi.

Pengelola Kingdom Center mewajibkan karyawan bekerja dari rumah hingga pemberitahuan lebih lanjut. Menurut laporan AFP, pengelola tidak menjelaskan alasannya.

Sejumlah lembaga keuangan penting berkantor di gedung itu, termasuk Dana Moneter Internasional (IMF) dan perusahaan pengelola kekayaan Merrill Lynch.

Sementara itu, pusat perbelanjaan di kompleks gedung tersebut masih beroperasi.

Kegiatan belajar di sekolah-sekolah Riyadh dan sekitarnya kembali dilakukan secara daring untuk pekan kedua. Bandara Internasional King Khalid di Riyadh juga masih ditutup setelah serangan Houthi memakan 13 korban.

Konflik antara koalisi pimpinan Arab Saudi dan kelompok Houthi yang didukung Iran terus meningkat. Koalisi melaporkan kematian personel militernya untuk pertama kali sejak eskalasi terbaru dimulai.

Menurut pernyataan Arab Saudi, dua pilot helikopter tewas di dekat perbatasan Yaman akibat "gangguan teknis". Sebelumnya, Houthi mengklaim telah menembak jatuh helikopter Apache milik "musuh Saudi".

Di Arab Saudi, dua drone dicegat di atas Riyadh pada malam hari. Sementara itu, satu drone lainnya ditembak jatuh di Provinsi Timur, wilayah yang dikenal kaya akan minyak.

Dua rudal balistik juga berhasil dicegat di wilayah selatan Arab Saudi.

Kedua pihak telah terlibat konflik dengan intensitas yang berubah-ubah selama sekitar satu dekade. Setelah gencatan senjata selama empat tahun, konflik kembali meningkat bulan lalu. Saat itu, kelompok Houthi yang berbasis di Yaman merebut wilayah strategis di sepanjang pesisir Laut Merah.

Houthi telah menargetkan fasilitas minyak, kapal tanker, dan bandara internasional Riyadh. Sebagai balasan, koalisi pimpinan Arab Saudi melancarkan serangan ke wilayah yang dikuasai Houthi.

Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris