NADIKABAR.COM — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali berakhir di zona merah pada perdagangan Jumat (25/9). IHSG turun 0,90% ke posisi 6.241,89.

Sejumlah saham menjadi penggerak perdagangan. FORU menguat 22,45%, disusul BBCA yang naik 0,40% dan BBRI sebesar 0,32%. Di sisi lain, BYAN turun 2,22%, MORA melemah 4,20%, dan ASII terkoreksi 1,68%.

Investor asing tercatat melakukan penjualan bersih sebesar Rp440,38 miliar di pasar reguler. Jika dihitung di seluruh pasar, nilai net sell asing mencapai Rp 559,16 miliar.

Seluruh 11 sektor saham di BEI berakhir melemah. Sektor Industrials mencatat penurunan terbesar, yakni 2,52%. Sementara sektor Financials mengalami penurunan paling terbatas sebesar 0,45%.

Pergerakan bursa saham Amerika Serikat (AS) justru berada di zona positif. Dow Jones naik 0,93% ke level 51.828, S&P 500 menguat 0,51% ke level 7.743, sedangkan Nasdaq naik 0,48% ke level 27.068.

Tekanan dari transaksi jual investor asing masih menjadi salah satu faktor yang membebani IHSG. Kondisi tersebut turut diikuti oleh penurunan ETF EIDO sebesar 0,41% dan indeks MSCI Indonesia sebesar 0,14%.

Mulai perdagangan Senin (28/9), Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi menerapkan perubahan batas harga minimum saham. Harga terendah saham yang sebelumnya ditetapkan Rp50 kini menjadi Rp1 per saham.

Perubahan tersebut juga diikuti penyesuaian ketentuan Auto Rejection Atas (ARA) dan Auto Rejection Bawah (ARB). Untuk saham dengan harga Rp1 hingga Rp10, batas ARA dan ARB masing-masing ditetapkan sebesar Rp1 per saham.