NADIKABAR.COM — PT HSG Material Indonesia, salah satu perusahaan manufaktur material konstruksi, menyuntikan investasi senilai Rp710 miliar di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal, Jawa Tengah.
Penanaman modal dengan membangun pabrik produksi itu diperkirakan bisa menyerap tenaga kerja hingga 400 orang.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu, mengatakan peresmian pabrik HSG Material Indonesia menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas industri manufaktur dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Fasilitas produksi HSG Material Indonesia mencakup pembuatan tiang pancang pipa prefabrikasi, tiang pancang persegi prefabrikasi, dan beton pracetak.
Berdasarkan perencanaan awal perusahaan, fasilitas tersebut ditargetkan memiliki kapasitas penjualan tahunan sebesar tiga juta meter tiang pancang beton prefabrikasi dan 150 ribu meter persegi beton siap pakai.
Kapasitas produksi tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pembangunan infrastruktur, kawasan industri, dan berbagai proyek konstruksi di dalam negeri, sekaligus membuka peluang perluasan pasar ekspor.
“Pengembangan KEK Kendal dan masuknya investasi baru diharapkan terus memperkuat ekosistem industri Jawa Tengah melalui peningkatan kapasitas produksi, penciptaan lapangan kerja, diversifikasi kegiatan manufaktur, dan perluasan pasar,” ujar Airlangga.
Kehadiran perusahaan yang merupakan bagian dari Fujian Hongsheng Material Technology itu juga menjadi bagian dari penguatan kemitraan industri Indonesia dan China melalui inisiatif Two Countries, Twin Parks (TCTP).
Kerja sama pengembangan kawasan industri tersebut diarahkan untuk mendorong realisasi investasi, transfer teknologi, dan integrasi rantai pasok antara kedua negara.
Dari sisi pasar, fasilitas produksi material konstruksi di Indonesia berpotensi melayani kebutuhan domestik sekaligus menjangkau pasar regional, khususnya Asia Tenggara.
Pasar material konstruksi di kawasan tersebut tercatat mencapai 682 juta dolar AS pada 2025.
Pemerintah berharap masuknya investasi baru dapat memperkuat struktur industri nasional dan memberikan manfaat bagi masyarakat melalui peningkatan aktivitas ekonomi serta penciptaan lapangan kerja.
“Pemerintah terus mendorong iklim investasi yang kondusif agar komitmen investasi dapat diwujudkan menjadi kegiatan usaha produktif yang memperkuat struktur industri nasional dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto.
Adapun KEK Kendal dikembangkan dari Kawasan Industri Kendal yang diresmikan pada 14 November 2016 sebagai bagian dari kerja sama ekonomi Indonesia dan Singapura. Kawasan tersebut kemudian memperoleh status KEK melalui Peraturan Pemerintah Nomor 85 Tahun 2019.
Pengembangan kawasan itu diarahkan untuk menarik investasi, memperluas kegiatan manufaktur, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan ekspor melalui dukungan fasilitas serta kemudahan sesuai ketentuan KEK.