"Santri memiliki arti yang lebih luas, yaitu jiwa-jiwa yang tangguh, yang dididik dengan penuh kesungguhan, digembleng dengan kesederhanaan, dibangun dengan ketahanan," tambahnya.

Menko Pemberdayaan Masyarakat (PM) ini menyoroti kemiskinan dan ketertinggalan penguasaan teknologi sebagai tantangan besar ke depannya. Ia menyebut sekitar 23 juta penduduk Indonesia masih berada di bawah garis kemiskinan.

"Kita harus terus membangun ilmu pengetahuan dan teknologi agar kita terus mempersiapkan diri menjadi bangsa yang unggul, menjadi generasi emas yang siap bersaing dan tidak kalah, bahkan menang dibanding bangsa-bangsa lainnya," ujarnya.

Cak Imin lantas berbicara pentingnya memperkuat kemandirian nasional menghadapi dinamika geopolitik, geoekonomi, dan berbagai persoalan kemanusiaan global. Ia meyakini karakter santri dapat menjadi modal dalam membangun bangsa yang tangguh dan tidak bergantung pada negara lain.

"Santri insyaallah pasti jujur, santri insyaallah pasti tangguh, dan santri insyaallah tidak mudah goyah oleh berbagai tantangan," kata Cak Imin.