NADIKABAR.COM — Pemain Borneo FC, Hugo Samir memberi klarifikasi soal tandukan Mufli Hidayat kepada dirinya di laga Borneo FC vs PSM Makassar pada lanjutan Super League 2026/2027, Sabtu (7/11).

Hugo Samir menjelaskan awal mula ketegangan hingga Mufli Hidayat menanduk dirinya dan wasit mengeluarkan kartu merah untuk Mufli di menit ke-64.

"Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Semalam saya mengalami tandukan dan hinaan, lalu sekarang saya menjadi sasaran berbagai serangan. Padahal, pemain yang bersangkutan juga mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di lapangan," kata Hugo, mengawali penjelasannya kepada NadiKabar.com, Minggu (8/11).

Hugo mengaku hanya ingin fokus bermain sepak bola sebaik mungkin. Pemain 21 tahun itu tak ingin upaya menjalani kariernya diusik dengan hal-hal di luar itu.

"Saya mengakui bahwa saya memiliki masa lalu yang berat. Namun, sejak dua tahun lalu, saya hanya ingin fokus memperbaiki diri, berkembang, dan kembali menikmati bermain sepak bola," ujarnya.

"Apa pun sebutan yang ditujukan kepada saya, termasuk soal warna kulit atau status saya sebagai anak Coach Jacksen, saya tidak ingin terpancing lagi. Saya hanya ingin bermain bola dan kembali mengejar cita-cita saya," ia menambahkan.

Hugo memilih untuk tak ingin berlarut dalam persoalan dan ingin memperbaiki diri. Ia berserah diri kepada tuhan setelah kejadian ini.

"Biarlah kebenaran terungkap pada waktunya. Saya memilih untuk tidak berkomentar lebih jauh atau membalas serangan yang ditujukan kepada saya. Papa dan Mama menyarankan saya untuk tetap tenang, menjaga sikap, dan menyerahkan semuanya kepada Allah SWT. Terima kasih sudah mendengarkan saya," ucap Hugo.

Sebelumnya, Mufli menceritakan penyebab dirinya menyerang Hugo melalui unggahan instagram. Ia sekaligus memohon maaf kepada suporter Juku Eja atas tindakannya.

"Pertama-tama saya ingin menyampaikan permohonan maaf khususnya kepada tim dan seluruh pendukung PSM Makassar atas kartu merah yang saya terima pada pertandingan sore ini," tulis Mufli, Sabtu (7/11).

"Melalui unggahan ini saya ingin menyampaikan bahwa ada hal yang perlu diketahui sebelum orang menilai kejadian ini," lanjutnya.

Pemain berposisi bek itu menerangkan dirinya menanduk Hugo Samir, setelah diduga telah menghina secara verbal terhadap keluarganya, termasuk almarhum ayahnya. Menurutnya, hal tersebut merupakan bentuk pelecehan yang seharusnya tidak terjadi dalam pertandingan sepak bola.

"Bagi saya, itu bukan lagi sekadar psywar atau provokasi dalam sepakbola. Tapi merupakan bentuk pelecehan terhadap keluarga dan melewati batas rasa hormat sebagai manusia dan pemain sepakbola profesional," ungkapnya.