Tak hanya itu, hujan juga membantu membasahi vegetasi dan permukaan lahan yang sebelumnya kering. Kondisi ini dapat menekan potensi munculnya maupun meluasnya kebakaran, terutama di kawasan yang rawan terbakar.
"Meski demikian, penurunan jumlah hotspot belum bisa menjadi jaminan bahwa seluruh wilayah Kobar telah terbebas dari karhutla. Kondisi kabut asap masih bergantung pada cuaca, keberadaan sumber kebakaran aktif, serta penanganan di lapangan," katanya.
Ibnu menyampaikan perkembangan tersebut pada Selasa (27/10/2026). Pemantauan terhadap kondisi cuaca dan persebaran titik panas, menurutnya, tetap penting untuk mengetahui perkembangan karhutla beserta dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat.