"Data hotspot sendiri merupakan indikator awal yang perlu ditindaklanjuti dengan pemeriksaan lapangan. Karena itu, titik panas yang terpantau tidak serta-merta menunjukkan jumlah kebakaran aktif yang telah terkonfirmasi," katanya.

Masyarakat pun diimbau tidak lengah, terutama apabila cuaca kembali panas dan lahan mulai mengering. Warga diminta menghindari pembakaran lahan serta segera melaporkan kepada petugas jika menemukan titik api atau indikasi kebakaran.

"Turunnya jumlah hotspot hingga 22 titik menjadi perkembangan positif di tengah upaya pengendalian karhutla di Kobar. Namun, kondisi udara yang benar-benar membaik tetap perlu dipastikan melalui pemantauan kualitas udara dan pengecekan kondisi kebakaran di lapangan," tuturnya.