​Data dari aplikasi Sipongi per hari ini (23/9) menunjukkan terdapat sembilan titik panas berstatus level sedang (berwarna kuning) di kawasan Berbak serta dua titik panas di wilayah TN Sembilang.

Yunaidi mengungkapkan kebakaran di kawasan TN Berbak dan Sembilang merupakan peristiwa yang berulang di lokasi yang sama, sebagaimana pernah terjadi pada kebakaran tahun 2015 dan 2019.

Lahan yang terbakar didominasi vegetasi alang-alang dan paku-pakuan yang mengering akibat cuaca kemarau, sehingga sangat mudah memicu timbulnya api.

Dia mengakui selama ini proses pemadaman di lapangan menghadapi kendala serius, akibat sulitnya akses menuju lokasi kebakaran serta minimnya ketersediaan air.

Kendala itu diperparah oleh karakteristik tanah gambut yang membutuhkan proses pendinginan hingga 13 hari secara terus-menerus untuk memastikan api di lapisan dalam benar-benar padam.