​Terkait pemicu kebakaran, Yunaidi menegaskan faktor aktivitas manusia menjadi penyebab utama. Berdasarkan hasil penelitian, sebanyak 99 persen kejadian karhutla disebabkan oleh faktor sengaja dibakar, sedangkan faktor alam seperti sambaran petir memiliki persentase yang sangat kecil.

​Indikasi kesengajaan tersebut ditemukan di Desa Rantau Rasau, Kecamatan Berbak, dimana lokasi bekas kebakaran telah ditanami jagung saat tim petugas tiba di lapangan.

Sementara itu untuk kasus kebakaran di Dusun Sungai Palas, Nipah Panjang, api awalnya berasal dari luar kawasan yang kemudian merembet masuk akibat tertiup angin kencang.

"Berdasarkan hasil penelitian, 99 persen itu dibakar. Kalau alam kecil sekali kemungkinan terbakar kecuali petir. Contoh di Desa Rantau Rasau, Kecamatan Berbak, kebakaran di sana sengaja di bakar, buktinya saat tim datang lokasi bekas kebakaran sudah ditanam jagung," ungkapnya.