NADIKABAR.COM — Berbagai peristiwa hukum kemarin yang menjadi sorotan, di antaranya KPK menyita dolar Amerika Serikat dan dolar Singapura seusai menggeledah Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Jawa Timur hingga seorang warga bernama Rafli Ramadhani alias Pingky (19) tewas diduga akibat luka tembak di Makassar, Sulawesi Selatan.
Berikut rangkuman ANTARA untuk berita hukum kemarin yang menarik untuk kembali dibaca:
1. KPK sita dolar AS dan Singapura serta perhiasan dari Kanwil BPN Jatim
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turut menyita dolar Amerika Serikat (USD) dan dolar Singapura (SGD) serta perhiasan diduga emas seusai menggeledah Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Jawa Timur pada Kamis (24/9).
"Ada lembaran USD dan SGD. Kemudian dalam penggeledahan di Kanwil BPN Jatim, penyidik juga mengamankan beberapa perhiasan diduga emas," kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada para jurnalis di Jakarta, Minggu.
Budi menyampaikan pernyataan tersebut untuk menambah informasi yang telah disampaikan sebelumnya pada Jumat (25/9) terkait dugaan korupsi di lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).
2. Polisi bongkar sindikat penimbunan BBM bersubsidi
Kepolisian Daerah (Polda) Banten melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) berhasil membongkar sindikat penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar di Kampung Salira, Desa Salira, Kabupaten Serang.
Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea mengatakan bahwa dalam pengungkapan kasus ini, polisi mengamankan dan menetapkan dua orang tersangka yakni berinisial NS serta GJ.
"Tersangka utama berinisial NS berperan sebagai pemodal yang menyuplai dana kepada tersangka GJ," kata Hutapea dalam keterangan tertulis yang diterima di Tangerang, Minggu.
3. Kemenhut telusuri pemodal hingga penampung kayu ilegal di TNBS
Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menelusuri keterlibatan pihak lain, mulai dari pihak yang memerintahkan, membiayai, mengangkut hingga menampung kayu dalam pengembangan perkara dugaan pembalakan liar di Taman Nasional Berbak dan Sembilang (TNBS), Jambi.
Kepala Balai Penegakan Hukum (Gakkum) Kehutanan Wilayah Sumatra Hari Novianto dalam keterangannya di Jambi, Minggu, mengatakan penyidikan terus dikembangkan setelah dua orang berinisial S dan K ditetapkan sebagai tersangka.
"Dua orang sudah kami tetapkan sebagai tersangka, tetapi penyidikan akan dikembangkan untuk menelusuri pihak-pihak lain yang terlibat," katanya.
4. Petugas amankan 2.775 burung tanpa dokumen di Pelabuhan Bakauheni
Petugas gabungan mengamankan 2.775 ekor burung berbagai jenis tanpa dilengkapi dokumen karantina yang sah saat pemeriksaan di kawasan Seaport Interdiction Pelabuhan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan, Sabtu (26/9) malam.
Kepala KSKP Bakauheni AKP Fransiskus Yepta Terang Ginting, mengatakan ribuan burung tersebut ditemukan di bagasi bus antarkota yang berangkat dari Palembang menuju Kampung Rambutan, Jakarta.
“Petugas menemukan 2.775 ekor burung berbagai jenis yang diangkut tanpa dilengkapi dokumen karantina yang sah. Selanjutnya, burung-burung tersebut kami amankan untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut bersama instansi terkait,” kata AKP Fransiskus Yepta Terang Ginting, di Lampung Selatan, Minggu.
5. Polisi periksa SOP anggotanya usai warga tewas tertembak di Makassar
Kepolisian Resor Kota Besar Makassar mendalami tindakan anggotanya saat membubarkan tawuran antarkelompok menyusul seorang warga bernama Rafli Ramadhani alias Pingky (19) tewas diduga akibat luka tembak di Makassar, Sulawesi Selatan.
Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana di Makassar, Minggu, mengatakan pihaknya akan memeriksa apakah tindakan anggota kepolisian saat membubarkan tawuran tersebut telah sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).
"Nanti kami akan cari CCTV-nya, kami akan periksa saksi-saksi di lapangan. Apakah tindakan yang dilakukan oleh anggota ini sudah sesuai SOP atau belum," katanya.