NADIKABAR.COM — Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Agam, Sumatera Barat, menyatakan hunian tetap (huntap) bagi korban bencana di daerah itu mulai dibangun Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).

"Pembangunan huntap sudah mulai di Balai Benih Ikan (BBI) Gumarang, Kecamatan Palembayan dan sudah dikontrak hingga akhir Desember 2026," kata Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Agam Rinaldi di Lubuk Basung, Kamis.

Dia mengatakan di lokasi Balai Benih Ikan (BBI) Gumarang, Nagari Tigo Koto Silungkang, Kecamatan Palembayan tersebut bakal dibangun sebanyak 80 unit huntap di atas lahan 1,1 hektare.

Saat ini sudah dilakukan pembersihan, pematangan lahan, dan pembuatan pondasi bangunan.

Pembangunan huntap tersebut bakal menggunakan bata sepablock bekerja sama dengan PT Semen Padang.

"Pembangunan dengan kontraktor PT Dame Uli Jadiaman Indah dengan progres pembangunan huntap sudah mencapai 15 persen," kata dia.

Dia berharap pembangunan huntap berjalan dengan lancar sesuai dengan kontrak kerja nantinya.

Huntap di BBI Gumarang tersebut diperuntukkan bagi korban banjir bandang yang melanda Nagari Tigo Koto Silungkang dan Nagari Salareh Aia Timur yang rumahnya rusak berat.

Dia menambahkan, pembangunan huntap kedua berada di lokasi bekas PT Inang Sari di Lubuk Basung dengan luas 10 hektare untuk 280 unit.

Pembangunan huntap tersebut juga telah selesai kontrak dengan pemenang PT Abadi Saka yang mulai pada September hingga akhir Desember 2026.

Pembangunan tersebut sedang proses penyiapan lahan dan mudah-mudahan dalam waktu dekat mulai untuk pelaksanaan pembangunannya.

"Mohon doa agar pembangunan huntap sesuai dengan rencana yang kita tetapkan," katanya.

Untuk percepatan pembangunan, Perkim Agam mengantisipasi kebutuhan pekerja mengingat akhir tahun, perlu penambahan-penambahan pekerja dari kontraktor.

Setelah itu kesiapan material yang dibutuhkan di lapangan dan percepatan mulai pelaksanaan khusus di lahan bekas PT Inang Sari Lubuk Basung.

Pihaknya terus melakukan koordinasi dengan masyarakat dan tokoh adat setempat supaya kontraktor sudah bisa mulai melakukan pekerjaan, di samping koordinasi dari tingkat nagari, kecamatan hingga kabupaten.

"Ini bakal kita lakukan dan mudah-mudahan pembangunan huntap di lahan bekas PT Inang Sari Lubuk Basung bisa dilakukan dalam waktu dekat," ujar dia.